Friday 23 April 2010

Sebuah catatan di Hari kartini

Cantik...
Melukis kekuatan lewat masalah
Tersenyum saat tertekan, Tertawa saat hati menangis
memberkati saat terhina, mempesona karena mengampuni
Cantik...
Mengasihi tanpa pamrih
Bertambah kuat dalam doa dan pengharapan...
Sms dari seorang sahabat dikirim ke padaku seraya mengucapkan Selamat Hari Kartini.
Betapa sebuah kalimat yang memberiku kekuatan
Sejenak mengingat akan Kartini, dia seorang perempuan yang kuat dan tabah
Bagaimana ditengah keterbatasan belenggu adat dia bisa memberi dan mengabdi untuk bangsanya
Bagaimana dia yang seorang anak bupati jepara hanya sekolah sampai setingkat sekolah dasar, padahal dia mempunyai keinginan yang kuat untuk memperoleh pendidikan yang tinggi.
Kesalahan Kartini adalah karena dia PEREMPUAN yang tidak boleh sekolah jauh, dan dipingit sampai dia menikah nanti. Namun keterbatasan dia tidak menjadikan dia berdiam diri, meski dipingit dan kemudian menikah dengan Adipati Joyodiningrat Bupati Rembang, dia tetap bisa berbuat. Dia mendirikan sekolah keputrian dengan gratis kepada perempuan pribumi. disitu diajarkan memasak, menjahit, menyulam dan sebagainya.
Cantik...
Seorang perempuan harusnya tetap bisa berbuat meski dalam kesempitan. Tidak pantang menyerah dengan keadaan. Selalu memberi tanpa mengharap mendapat.
Kartini juga gaul, suka berteman. Dia mempunyai teman yang banyak baik di Indonesia maupun orang Belanda. Dia sering mencurahkan isi hatinya tentang keinginannya memajukan wanita di negerinya. Dengan kemampuan bergaul ini dia memberikan pemikiran-pemikirannya kepada sahabat-sahabtnya. Dari kumpulan surat-surat kepada sahabat inilah yang kemudian menjadi sebuah buku Habis Gelap terbitlah terang. Yang kelak tulisan-tulisan di buku itu menjadi motivasi perjuangan bagi kaum wanita Indonesia di kemudian hari.
Cantik...
seorang perempuan haruslah cerdas. dengan melebarkan sayap untuk bersahabat, berani mengemukakan pendapat, dan berani mengemukakan impian. Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu...
Kartini, andai Allah memberimu usia panjang pasti banyak yang akan kamu berbuat. Sayang Allah mengambilnya ketika dia berusia 25 th. disaat melahirkan anak pertama.
Cantik...
Seorang perempuan, setinggi apapun cita-citanya, sekuat apapun keinginan untuk berkarya, sebebas apapun berteman, tetapi tidak meninggalkan keluarga. Sebagai istri, sebagai ibu, dan sahabat.
Cantik...
Mari kita menjadi Kartini yang cantik...
Dukung kami perempuan Indonesia untuk bisa menjadi "Kartini" yang cantik.
Yang selalu berusaha hanya berkata dengan baik, melihat sesuatu selalu baik, mendengarkan sesuatu yang baik, menggerakkan tangan yang baik, melangkah ke arah yang baik. Dengan senyum berpendar penuh optimis, menggerakkan pikiran menuju kepada-Nya.
Itulah cantik...

0 comments:

Post a Comment